Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Agar Berhasil, Ternyata Orang Sukses Melakukan 10 Cara Ini

Label:

GenRe Generasi Berencana PIK Remaja Bestari

Liputan6.com, Jakarta - Apabila seseorang berhasil memasak makanan dengan enak pasti Anda meminta resep agar bisa memasaknya sendiri. Termasuk orang-orang sukses dunia yang banyak dipertanyakan, apa kiat dan tipsnya hingga mereka bisa kaya dan sukses seperti sekarang ini.

Mungkin salah satunya Anda yang ingin tahu, berikut 10 cara yang biasa dilakukan orang sukses dan kaya hingga berhasil seperti sekarang seperti dikutip dari cermati.com :

1.   Perasaan Tidak Pernah Puas
Banyak orang sukses mengatakan jangan cepat merasa puas, karena dengan begitu anda akan diam ditempat dan tidak akan bisa berkembang. Mereka yang ingin sukses mencoba berkarir meskipun risiko yang dihadapi tinggi. Rasa tidak puas akan kondisi yang ada mendorong mereka untuk mengerjakan dan berusaha lebih baik lagi. Berbeda dengan tidak mensyukuri, mereka yang tidak mensyukuri hanya bisa mengeluh dan tidak bisa melihat proses dari usaha sendiri. Sedangkan rasa tidak puas yang positif bisa membawa anda ke puncak kesuksesan

2.   Laporan Keuangan Sangat Penting
Banyak orang yang mengabaikan betapa pentingnya laporan dan data dalam keuangan. Padahal dengan adanya hal tersebut Anda bisa mengevaluasi seberapa jauh keberhasilan Anda dalam meraih pendapatan dan bagaimana uang habis dengan kebutuhan atau keinginan. Mereka yang sukses selalu mengevaluasi diri lewat laporan, meskipun hal tersebut bernominal kecil. Tetapi kebiasaan dan juga hal detail dan jujur pada diri sendiri merupakan kunci utama menjadi sukses

3.   Yang Ingin Diraih Bukan Hanya Uang
Salah jika banyak orang yang merasa bahwa sukses hanya masalah uang. Jika itu hanya uang maka anda bekerja saja menjadi karyawan di perusahaan besar dan jadi bos, bukan yang menemukan perusahaan dan membuka lapangan kerja. Menjadi sukses tidak hanya sekedar uang, namun usaha yang terbayar, keinginan yang tercapai dan tantangan hidup yang bisa ditaklukan.

4.   Tanggung Jawab Menjadi Senjata
Orang yang sukses selalu bertanggung jawab atas hidupnya sendiri agar lebih baik bahkan mereka yang menjadi kepala keluarga. Maka mereka bertanggung jawab atas keluarganya dan mencoba sukses. Jangan kebiasaan mengalihkan tanggung jawab pada para ahli, maka anda hanya bisa menyuruh tanpa bisa belajar dan mencoba menjadi mandiri. Orang sukses mengerjakan hal-hal yang masih bisa dikerjakan secara mandiri. Tidak melulu soal menyuruh orang ahli mengerjakannya. Namun pelajaran lebih berharga jika diraih sendiri.

5.   Risiko Bukan Masalah
Tidak harus jadi pintar saja untuk menjadi sukses. Mereka yang nekat dan berani mengambil risiko yang bisa menaiki puncak kesuksesan. Seperti halnya menaiki tangga, meski harus menapaki anak tangga yang rapuh dan patah namun yang beranilah yang bisa mencapai puncak teratas. Analogi ini diterapkan banyak orang sukses yang tidak takut pada apapun dan membawa kesuksesan.

6.   Mereka Bijak dan Paham Batas
Orang yang berhasil menjadi sukses tahu dimana kebijakan diterapkan dan batasan dalam mengelola keuangan. Mungkin bagi yang tidak mengerti orang sukses terlihat pelit, atau apapun itu. Namun mereka tahu batasan dan tahu sejauh mana menggunakan uang dan mengelola keuangan. Hal ini yang membawa keberhasilan. Karena menerapkan disiplin pada diri sendiri merupakan masalah terbesar orang gagal.

7.   Mereka Tahu Bagaimana Mengelola
Orang yang sukses tahu bagaimana mengelola keuangan, mereka tahu sejauh mana harus mengorbankan uang untuk keinginan dan juga kebutuhan. Tidak selalu mereka membuang uang untuk bisnis atau pekerjaan, mereka juga mengelolanya untuk bersenang-senang dan menyenangkan keluarga dan anak. Tetapi mereka tahu seberapa banyak dari pendapatannya yang harus dihabiskan baik untuk kebutuhan dan keinginan.
                
8.   Tidak Terpaku pada Nominal
Untuk orang sukses nominal memang penting, tetapi terkadang mereka tidak terlalu terpaku pada nominal. Diibaratkan Anda ingin membeli sebuah saham yang mahal, namun menurut analisa Anda akan berkembang pesat maka tidak masalah membelinya. Namun Anda juga harus melihat faktor-faktor yang mempengaruhinya.

9.   Menghamburkan Uang? No!
Menurut anda orang sukses akan menghamburkan uang ? Tidak. Mungkin pihak keluarga, saudara atau bahkan sang istri atau suami lah yang menghamburkannya bukan orang yang meraih kesuksesan. Mereka yang mengerti bagaimana menabung, mengelola uang dan menyalurkan uang pada tempat yang benarlah yang berhasil sukses. Mungkin orang kaya bisa menjadi kaya namun belum tentu menjadi sukses, jika mereka boros dan menghamburkan uang.

          10. Pemikiran yang Matang
Cerdas saja tidak cukup jika mereka cukup ceroboh. Mereka yang sukses tentu saja memiliki pemikiran yang matang dan juga analisa yang baik. Bukan mengejar uang secara brutal seperti anjing gila. Terencana dan teratur membuat anda menjadi lebih sukses dibanding terburu-buru.


Sumber:

Hay Remaja, Ayo Bantu Indonesia Capai Target MDG's

Label:


Banjarmasin, Istilah pemuda sebagai agen perubahan bisa jadi berlaku di semua negara, termasuk Indonesia. Khususnya untuk membantu Indonesia mencapai target Millenium Development Goal's 2015.

"Salah satu target MDG's itu kan menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Nah melalui program GenRe atau generasi berencana yang melibatkan remaja Indonesia, kita harap angka kematian ibu dan anak yang menjadi salah satu target MDG's bisa ditekan," kata Kepala BKKBN Prof dr Fasli Jalal, PhD, SpGK.

Fasli menuturkan ketika remaja paham tentang kesehatan reproduksi, bagaimana merencanakan dan merawat kehamilan serta persalinan. Setelah itu, dengan aktifnya mereka mengikuti kegiatan-kegiatan untuk mengasuh dan merawat anak, bisa dihasilkan generasi yang berkualitas.

Hal itu ia sampaikan usai menghadiri GenRe Goes To Campus dan Dampak Napza Bagi Remaja di Kampus Akbid dan STIKES Sari Mulia, Jl.Pramuka, Banjarmasin, dan ditulis pada Rabu (23/4/2014).

Dikatakan Fasli, dari 30.000 SMA/SMK/Aliyah, 9.000 sekolah sudah mempunyai GenRe. Sedangkan, dari 3.200 perguruan tinggi swasta dan 93 perguruan tinggi negeri, sudah ada 400 GenRe yang terbentuk. Melalui program GenRe, diharapkan siswa dan mahasiswa bisa mengekspresikan bakatnya melalui kegiatan bermanfaat yang bisa mengeksplor budaya, seni, atau olahraga.

Di samping itu, mereka juga bisa menyampaikan pesan pada remaja lain agar makin paham pentingnya kesehatan reproduksi. Berdasarkan antusiasme dan inisiatif generasi muda, mereka punya rangkaian kegiatan yang memberdayakan kreativitas dan membawa pesan kesehatan. Bahkan para remaja bisa berinovasi dengan membuat goyangan atau rap GenRe.

"Supaya ke depannya mereka bisa membantu temannya supaya jangan terlibat pada tiga hal yaitu seks bebas, narkoba, dan HIV-AIDS. Jadi pesimisme kalau permuda terperangkap pergaulan bebas, jumlahnya memang naik tapi di samping itu juga ada kok aktivis pemuda yang berlatih memberi konseling peer educator," terang Fasli.


Dikuti dari: ceria.bkkbn.go.id

Lajang 20 Tahun Dianggap Perawan Tua, Kawin Muda Di Kalsel Tertinggi

Label:

Kendari, Penilaian budaya dan stigma masyarakat banyak mempengaruhi tingginya pernikahan dini di suatu daerah. Kalimantan Selatan misalnya, wanita yang masih lajang hingga usia 20 tahun sudah dianggap perawan tua. Tak heran bila angka pernikahan dini di provinsi ini tertinggi se-Indonesia.


Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010, provinsi Kalimantan Selatan menempati urutan pertama untuk pernikahan dini di Indonesia. Persentase angka pernikahan pada usia 10-14 tahun di sana adalah 9,0 persen, sedangkan pada usia 15-19 tahun sebanyak 48,4 persen.

"Berdasarkan persentase usia kawin muda di Indonesia tahun 2010, Kalimantan Selatan menduduki peringkat pertama untuk pernikahaan diri," jelas Shauqi Maulana, Duta Mahasiswa Genre Tingkat Nasional 2012, dalam acara 'Seminar Remaja dalam Rangka Hari Keluarga XX Tingkat Nasional' di Hotel Azahra, Kendari, Rabu (26/6/2013).

Menurut pria yang berasal dari Kalimantan Selatan ini, faktor sosial budaya sangat mempengaruhi tingginya angka pernikahan dini di Kalsel. Dalam masyarakat Kalsel, ada stigma 'balu anum daripada bujang tuha', yang artinya lebih baik jadi janda muda daripada perawan tua.

"Batasannya perawan tua umur 20 tahun. Kalau belum menikah di usia 20 tahun dianggap binian sisa atau perempuan sisa. Jadi keluarga yang punya anak gadis usia 20 tahun belum menikah itu dianggap memalukan," lanjut pria berusia 22 tahun ini.

Selain karena budaya dan stigma, faktor ekonomi dan agama juga turut berperan mempertinggi angka pernikahan dini. Rendahnya tingkat ekonomi membuat banyak orang tua menikahkan anak gadisnya dengan saudagar tua nan kaya raya.

"Menikah secara agama juga dianggap sunah Rosul, jadi harus segera dijalankan. Dengan menikah dianggap tanggungan orang tua selesai, juga dianggap membantu ekonomi karena si anak dinikahkan dengan suami yang tua tapi kaya raya. Jadi seperti dijual," tambah alumni Fakultas Komunikasi, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin ini.

Secara lengkap, berikut daftar 10 besar provinsi dengan angka pernikahan dini tertinggi di Indonesia berdasarkan Riskesdas 2010:
 1. Kalimantan Selatan
2. Jawa Barat
3. Kalimantan Timur
4. Kalimantan Tengah
5. Banten
6. Jambi
7. Bengkulu
8. Jawa Timur
9. Sumatera Selatan
10. Papua.

Sumber bacaan : ceria.bkkbn.go.id

Organ Reproduksi Belum Matang, Ini Akibatnya Pernikahan Dini

Label:

Kendari, Pernikahan dini tidaklah semanis cerita di opera sabun atau sinetron. Jauh dari romantisme, belum matangnya organ reproduksi pada remaja yang menikah muda membuatnya terancam berbagai masalah, mulai dari gangguan fisik, psikologis, hingga kekerasan dalam rumah tangga.
  

"Belum matangnya organ reproduksi menyebabkan pelaku pernikahan dini umur 10-14 tahun 5 kali lebih besar mengalami kematian saat melahirkan. Pada remaja usia 15-20 tahun, risikonya 2 kali lipat," jelas Shauqi Maulana, Duta Mahasiswa Genre Tingkat Nasional 2012, dalam acara 'Seminar Remaja dalam Rangka Hari Keluarga XX Tingkat Nasional' di Hotel Azahra, Kendari, Rabu (26/6/2013).
 
Sumber : ceria.bkkbn.go.id
Selain itu, belum matangnya organ reproduksi menyebabkan wanita yang menikah di usia muda berisiko terhadap berbagai penyakit mengerikan, seperti kanker serviks, kanker payudara, mioma dan kanker rahim.

Secara psikologis, mental remaja juga belum siap untuk menghadapi berbagai masalah dalam pernikahan. Akibatnya, banyak terjadi perceraian di usia muda dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Menurut hasil riset, 44 persen pelaku pernikahan dini mengalami KDRT frekuensi tinggi, dan 56 persen mengalami KDRT frekuensi rendah.

"Masih pacaran aja berantem sedikit langsung galau. Belum siap mental pria jangan dipaksakan menikah, nanti dikit-dikit main tangan," ujar alumni Fakultas Komunikasi, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin ini.

Belum lagi soal pendidikan yang terbengkalai. Menurut riset, hanya 0,02 persen pelaku pernikahan dini yang dapat melanjutkan pendidikannya hingga perguruan tinggi.

Uqi mengatakan, perilaku seksual menyimpang juga tinggi di kalangan remaja yang menikah dini. Hal ini dipicu akibat maraknyaa video porno, yang membuat banyak remaja ingin mencoba-coba.

"Belum waktu dan tempatnya tapi sudah dilakukan. Akhirnya menimbulkan penyakit," tutur Uqi.

Dengan adanya Genre (Generasi Berencana) dan program Penundaan Usia Perkawinan (PUP), idealnya wanita menikah di atas usia wanita 20 tahun dan pria 25 tahun. Usia tersebut dianggap sudah baik dan matang untuk organ reproduksi wanita, melahirkan, mengatur perekonomian dan keluarga.


Sumber : ceria.bkkbn.go.id